Gula darah adalah bahan bakar tubuh yang dibutuhkan untuk kerja otak, sistem saraf, dan jaringan tubuh yang lain. Gula darah yang terdapat di dalam tubuh dihasilkan oleh makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Rata-rata, kadar gula darah normal adalah sebagai berikut.
- Gula darah 8 jam sebelum makan atau setelah bangun pagi (70 - 110 mg/dl).
- Gula darah 2 jam setelah makan (100 – 150 mg/dl).
- Gula darah acak (70 – 125 mg/dl).
Kadar gula tinggi (hiperglikemia) maupun kadar gula rendah (hipoglikemia) tidak bagus untuk kesehatan. Kadar gula darah harus berada dalam posisi normal agar kinerja organ-organ tubuh tetap sehat dan normal.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa terserang sakit gula. Mayoritas kasus diabetes pada anak atau diabetes tipe 1 terjadi karena pankreasnya rusak sejak lahir sehingga ia tak bisa memproduksi insulin sendiri. Namun banyak orang tua yang tak menyadari bila buah hatinya mengidap penyakit yang konon tak bisa sembuh ini.
Hal ini menginspirasi peneliti dari Oxford University untuk mengembangkan sebuah metode pendeteksi sederhana untuk anak-anak yang berisiko mengidap diabetes tipe 1. Dengan metode ini, dokter hanya perlu mengamati napas si anak yang dicurigai mengidap diabetes.
Darimana ide metode ini berasal? Sebelumnya peneliti menemukan ada sebuah senyawa bernama aseton yang memicu timbulnya aroma tertentu yang biasanya ditemukan pada bau mulut seorang diabetesi.
Dari situ peneliti menduga risiko diabetes si anak dapat dicek dari bau mulutnya. Lantas untuk membuktikannya, peneliti mengumpulkan sampel napas dari 113 partisipan berumur 7-18 tahun. Mereka juga meminta sampel darah dari masing-masing partisipan.
Ternyata pada anak-anak yang kadar insulin di darahnya rendah, tubuhnya juga menghasilkan senyawa lain yang disebut ketone. Dan aseton sejatinya merupakan bentuk lain dari ketone, namun lebih banyak ditemukan pada napas seseorang.
Dari aseton yang ada di napas itu kita bisa memperkirakan kadar keton dalam darah. Dan tidak menutup kemungkinan, cara ini bisa mendeteksi gejala diabetes pada anak jauh sebelum gejala awalnya seperti mudah letih dan haus muncul.Setidaknya metode ini juga bisa mencegah anak-anak mengalami trauma karena melakoni tes darah. Suatu saat kita juga tak perlu menunggu diagnosis (diabetes) selama berhari-hari, tapi tinggal dalam hitungan menit.
Gejala paling khas dari DM tipe 1 adalah anak banyak makan (polifagia), banyak minum (polidipsia) dan banyak kencing (poliuria). Namun sebelum ketiga gejala itu muncul, biasanya anak akan mengalami gejala lainnya yakni cepat letih dan berat badannya terus menurun.
Sebaiknya sebagai patokan, kalau anak tiba-tiba makan banyak tapi cenderung jadi kurus, nggak ada salahnya kalau kita periksa gula darahnya. Makanya kalau setiap sakit kita anjurkan dokter anak untuk skrining gula darah. Diabetes tipe 1 itu sering terabaikan. Agenalkes.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar